
sekilasdunia.com - TNI melalui TNI Angkatan Darat mengirim 14 jembatan Aramco ke lokasi terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatra.
Wakil Pusat Penerangan TNI Brigjen Osmar Silalahi mengatakan, 14 unit jembatan itu telah dikirim menggunakan kapal Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI) LIII dari Dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (9/12) petang.
“Jembatan Aramco yang dibawa itu sebanyak 14 unit yang nanti tujuan dan sasarannya itu tiga ke Aceh Tamiang, sembilan ke Lhokseumawe, dan dua ke Sumatra Utara,” kata Osmar dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (10/12).
Pengiriman jembatan Aramco itu sebelumnya telah dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12/2025).
Dalam rapat itu, Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak menyampaikan akan membangun sekitar 20 jembatan Aramco di lokasi-lokasi terdampak.
“Nantinya jembatan Aramco ini sangat membantu konektivitas antarwilayah yang sedang terdampak,” tutur Wakapuspen TNI.
Osmar mengatakan, pembangunan jembatan Aramco lebih cepat daripada jembatan Bailey yang juga sedang dalam proses di sejumlah lokasi. Jembatan Aramco dan Bailey memiliki spesifikasi berbeda.
“Jembatan Bailey lebih diutamakan ke sungai-sungai atau daerah yang terputus yang bentangannnya cukup luas. Jembatan Bailey ini bentangannya bisa sampai dengan 33 meter, lebarnya 3,05 meter, kemudian dapat menampung bobot sampai dengan 35 ton,” ujar Osmar.
Sementara itu, jembatan Aramco akan dipasang untuk daerah-daerah yang tidak terlalu sulit.
“Karena pemasangannya jauh lebih cepat. Jadi ini (Aramco) dibawa ke sana, nanti di sana tidak terlalu susah lagi untuk memasangnya, tentunya lebih cepat,” kata Osmar.
“Ini jembatan bukan inventaris atau jembatan yang bukan dimiliki oleh TNI. Poin pentingnya, per tadi malam kami sudah memberangkatkan 14 jembatan Aramco,” ujar Wakapuspen TNI.
« Prev Post
Next Post »