.jpg)
sekilasdunia.com - Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan dimulainya pembangunan alias groundbreaking 13 proyek hilirisasi fase ke-2 dengan total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 116 triliun.
Peresmian acara peletakan batu pertama atau groundbreaking 13 proyek hilirisasi ini dilakukan di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Selain di Cilacap, peresmian juga dilakukan secara serentak di beberapa lokasi, termasuk Cilacap, Jawa Tengah dan Tanjung Enim, Sumatra Selatan.
Acara peresmian ini juga turut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Menteri Investasi dan Hilirisasi dan CEO Danantara Rosan Roeslani beserta pejabat Danatara lainnya juga turut hadir dalam acara peresmian ini, antara lain Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dan CIO Danantara Pandu Sjahrir.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan kepada Presiden bahwa peresmian groundbreaking kali ini merupakan lanjutan dari fase pertama di 11 titik yang telah dilakukan pada 6 Februari 2026 lalu.
Dari 13 proyek yang mulai pembangunannya hari ini, Rosan menyebut, 5 proyek di antaranya berasal dari sektor energi, termasuk peningkatan kapasitas kilang Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tangki BBM.
Rosan membeberkan, lima proyek di sektor energi tersebut antara lain:
1. Kilang Gasoline (bensin) di Cilacap, Jawa Tengah
2. Kilang Gasoline (bensin) di Dumai, Riau
3. Tangki Operasional BBM di Palaran, Kalimantan Timur
4. Tangki Operasional BBM di Biak, Papua
5. Tangki Operasional BBM di Maumere, Nusa Tenggara Timur.
Rosan menyebut, pembangunan fasilitas kilang bensin di Dumai dan Cilacap ini akan menghemat impor BBM sekitar US$ 1,25 miliar per tahun atau setara Rp 21,5 triliun (asumsi kurs Rp 17.255 per US$).
"Memang dalam groundbreaking ini kalau kita lihat dari 13 itu ada 5 proyek di sektor energi, yaitu pembangunan fasilitas kilang gasoline di Cilacap, Dumai dalam rangka memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor BBM. Dari pembangunan Cilacap dan Dumai ini, ini akan mengurangi impor kurang lebih 1,25 miliar dolar per tahunnya," tuturnya dalam memberikan laporan kepada Presiden Prabowo saat acara peresmian groundbreaking di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
"Dan juga tentunya seperti yang tadi kami sempat paparkan, pembangunan ketahanan energi bahan bakar desa, BBM di Maumere, Palaran, dan juga di Biak untuk ketahanan pangan ketahanan energi di bagian Timur," ujarnya.
Dia menjelaskan, seperti arahan Presiden Prabowo, pihaknya berupaya agar BUMN bisa menjadi katalisator transformasi ekonomi nasional.
"Karena amanat kami adalah menciptakan nilai tambah, mengoptimalkan aset, menciptakan efisiensi dan tentunya sebagai investasi negara untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia," tuturnya.
"Dan semua ini tentunya kami lakukan dengan akuntabel, efisien, dan berorientasi pada hasil yang terukur dan terstruktur, Bapak Presiden. Dan tentunya ini bisa kita berjalan, ini bisa tumbuh sesuai dengan apa yang kita rencanakan apabila kita melakukan sinergi yang kuat dan utuh dari semua pemangku kepentingan baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN pelaksana, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan yang ada di Indonesia ini," tuturnya.
"Dan tentunya sekali lagi, kehadiran Bapak Presiden di tempat ini memberikan semangat yang sangat luar biasa kepada kami untuk bisa menyelesaikan proyek ini pada tepat waktu sesuai yang kita rencanakan. Dan sekali lagi Bapak Presiden, kami akan melakukan ini sebagai awal dari lompatan besar Indonesia sebagai bangsa yang tidak hanya kaya sumber daya alam tetapi juga berdaulat dalam pengolahannya, unggul dalam produksinya, dan sejahtera dalam hasilnya," ucapnya.
"Oleh sebab itu sebagai penutup, kita meyakini bahwa hilirisasi adalah menjadi salah satu mesin kemakmuran Indonesia ke depannya," tandasnya.
Daftar 5 Proyek Hilirisasi Sektor Energi:
- Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline
BUMN Holding: PT Pertamina (Persero)
Lokasi: Dumai (Riau), Cilacap (Jawa Tengah)
* Pengembangan kapasitas kilang gasoline pada fasilitas eksisting RU II Dumai dan RU IV Cilacap dengan total kapasitas 62 MBSD yang ditargetkan onstream pada Q4 2030.
* Proyek ini mensubstitusi impor gasoline hingga 2 juta KL per tahun atau 9,47% gap supply-demand nasional, mendukung pemenuhan Pertamax Series dari produksi domestik, serta menurunkan impor produk sampingan termasuk propylene dan LPG.
* Proyek ini berkontribusi pada penguatan ketahanan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas harga energi, yang pada akhirnya mendukung daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat.
- Pembangunan Tangki Operasional BBM
BUMN Holding: PT Pertamina (Persero)
Lokasi: Palaran (Kalimantan Timur), Biak (Papua), Maumere (Nusa Tenggara Timur)
* Pengembangan tiga Terminal BBM di Palaran (37 ribu KL), Biak (46 ribu KL), dan Maumere (70 ribu KL) dengan total tambahan kapasitas 153 ribu KL, meningkatkan kapasitas penyimpanan nasional sebesar 3,1%.
* Dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga dan ditargetkan onstream atau beroperasi bertahap pada 2027 (Maumere) dan 2028 (Palaran, Biak).
* Proyek ini memperkuat keandalan distribusi energi, khususnya di wilayah Indonesia Timur, sehingga mendorong pemerataan pembangunan dan memperkecil kesenjangan harga antarwilayah.
You are reading the newest post
Next Post »