HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Cegah Virus Corona Sejumlah Ruas Jalan di Medan Ditutup

By On Maret 27, 2020



sekilasdunia.com, Medan- Terkait mengantisipasi penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Polrestabes Medan akan menutup sejumlah ruas jalan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara mulai Sabtu (28/3/2020).

Kasatlantas Polrestabes Medan Kompol Reza Chairul mengatakan bahwa penutupan sejumlah ruas jalan tersebut berdasarkan UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dan Maklumat Kapolri tentang Antisipasi Pencegahan Penyebaran Covid-19.

"Untuk meminimalisir aktivitas masyarakat di luar rumah sehingga COVID-19 tidak semakin menyebar," kata Kasat Lantas Polrestabes Medan Kompol Reza Chairul Akbar Jumat (27/3/2020).

Reza menjelaskan bahwa penutupan ruas jalan akan dimulai pada Sabtu (28/3/2020) pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB, dan pukul 19.00 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB.

“Ini berlaku sampai dengan ada pencabutan melihat perkembangan situasi,” jelasnya.

Adapun ruas jalan yang akan dilakukan penutupan sebagai berikut.

– Jalan SM Raja simpang Jalan Sakti Lubis
– Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Alfalah
– Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Sakti Lubis
– Jalan Jamin Ginting simpang Jalan Dr Mansyur
– Jalan Setia Budi simpang Jalan Dr Mansyur
– Jalan Gatot Subroto simpang Jalan Kapten Muslim
– Jalan Sunggal simpang Jalan Sei Batang Hari
– Jalan Yos Sudarso simpang Jalan Haji Adam Malik
– Jalan Haji Adam Malik simpang Jalan T Amir Hamzah
– Jalan Gaharu simpang Jalan Perintis Kemerdekaan
– Jalan Perintis Kemerdekaan simpang Jalan Timor
– Jalan Sutomo simpang Jalan HM Yamin.

“Nantinya, personel yang melaksanakan Pam Lalin dari Satlantas, Denpom, dan Dishub Kota Medan,” Ujarnya.  (ims)

Usai Positif Virus Corona Guru Besar UGM Meninggal Dunia

By On Maret 24, 2020




sekilasdunia.com, Yogyakarta - Guru besar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta meninggal dunia usai dinyatakan sebagai pasien positif terjangkit virus corona, Selasa (24/3/2020).

Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat (Hukmas) RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Banu Hermawan membenarkan kabar duka tersebut.

"Rencana pukul 07.00 WIB beliau diberangkatkan dari kamar forensik Sardjito langsung ke pemakaman," jelas Banu dalam pernyataannya kepada wartawan, Selasa (24/3/2020).

Banu mengatakan, almarhum meninggal pada Selasa (24/3/2020) pukul 00.04 WIB di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, dalam usia 58 tahun.

"Keluarga besar UGM merasa sangat berduka atas kepergian guru besar kami, sahabat kami, teman dan kolega yang sangat baik dan memiliki kontribusi yang luar biasa bagi UGM," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa 24 Maret 2020.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih belum memberikan keterangan resmi.

Sejak Rabu (18/3/2020), civitas UGM telah menyatakan satu dosennya, berinisial ID, positif terjangkit Covid-19. Setiap orang di lingkungan kampus yang pernah berkontak dengan dosen tersebut diminta memeriksakan diri ke rumah sakit.

"Kami juga berpesan agar kolega dan kerabat yang dalam waktu tiga minggu yang lalu bertemu dan melakukan kontak dekat dengan beliau agar dapat melakukan screening di fasilitas kesehatan terdekat," ujar Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni, Paripurna, Rabu (18/3).

Paripurna menjelaskan ID dirawat di Rumah Sakit Dr Sardjito, Yogyakarta sejak 15 Maret. Kemudian pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan dan mengisolasi ID. (ims)

Wali Kota Medan Minta Masyarakat Tetap Tenang Tidak Ada Penutupan Pasar Sepekan

By On Maret 24, 2020





sekilasdunia.com, Medan - Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasutin MSi meninjau lansung Pasar Pendidikan di Jalan Pasar III, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Senin (24/3/ 2020). 

Selain untuk menjawab berita hoax yang menyatakan seluruh pasar tradisionil di Kota Medan tutup selama sepekan untuk mengantisipasi penyerabaran virus corona, peninjauan juga dilakukan untuk mengecek harga bahan kebutuhan pokok.

Kedatangan Akhyar disambut gembira para pembeli, terutama kaum ibu. Pasalnya, mereka mengaku panik karena dalam tiga hari belakangan ini beredar berita yang menyebutkan seluruh pasar tradisionil akan tutup selama sepekan. Tentu saja berita yang tidak diketahui siapa pengirimnya itu sontak menimbulkan kepanikan.

Oleh karenanya begitu melihat kedatangan Akhyar didampingi Plt Dirut PD Pasar Kota Medan Nasib, ibu-ibu pun langsung mempertanyakan kebenaran berita penutupan pasar tersebut.

“Berita (penutupan pasar) tidak benar dan itu hoax. Tidak mungkin seluruh pasar tradisional ditutup, sebab pasar selama ini menjual seluruh kebutuhan pokok masyarakat. Jika pasar ditutup, masyarakat tentunya akan kesulitan untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok. Sekali lagi saya tegaskan itu (penutupan pasar) adalah hoax,” kata Nasib di Medan, Minggu (22/3).

Guna mengantisipasi penyebaran virus corona di lingkungan pasar, jelas Nasib, PD Pasar tidak akan melakukan penutupan pasar. Pencegahan ungkapnya, telah dilakukan dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Kantor PD Pasar maupun sejumlah pasar tradisionil di Kota Medan.

“Penyemprotan akan dilakukan secara bertahap terhadap seluruh pasar tradisional di Kota Medan yang berjumlah 53 unit,” jelasnya.

Tidak hanya melakukan penyemprotan, Nasib menjelaskan, PD Pasar juga akan menyediakan hand sanitizer untuk digunakan masyarakat membersihkan tangan ketika berbelanja di pasar tradisional. 

Dengan demikian masyarakat merasa lebih tenang, sebab hand sanitizer dapat mencegah terjadinya penyebaran virus corona.

Untuk itu Akhyar mengajak seluruh masyarakat, terutama kaum ibu agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi berita tersebut. 

“Tetaplah belanja dan melakukan aktifitas seperti biasanya. Pemko Medan akan terus berupaya melakukan penanganan guna mengantisipasi penyebaran virus corona,” ungkapnya.

Akhyar selanjutnya mengecek harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Pendidikan tersebut. Apabila terjadi kenaikan, maka segera dilakukan langkah-langkah antisipasi sehingga tidak melemahkan daya beli masyarakat. Dari banyak pedagang yang ditemui, umumnya mereka mengatakan tidak ada kenaikan yang terjadi.

“Alhamdulillah, umumnya para pedagang yang kita temui mengaku tidak ada kenaikan harga bahan kebutuhan pokok yang terjadi. Melalui OPD terkait, kita akan terus melakukan pengawasan sehingga harga bahan kebutuhan pokok tetap stabil. Kita pun berharap kepada para pedagang tidak memanfataakan situasi seperti untuk metaup keuntungan,” harapnya.

Dalam peninjauan tersebut, Akhyar juga mengingatkan kepada pihak PD Pasar untuk senantiasa menjaga kebersihan pasar sehingga masyarakat yang datang merasa tenang dan nyaman melakukan transaksi jual beli. Dikatakannya, jika pasar bersih, maka masyarakat yang datang membeli akan jauh lebih banyak lagi sehingga akan berdampak dengan penghasilan para pedagang.

 “Mari kita jadikan pasar tradisionil sebagai tempat transaksi jual beli yang representatif,” pesannya. (ims)

Guru Besar FKM UI Meninggal di RS Persahabatan

By On Maret 23, 2020





sekilasdunia.com, Jakarta - Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Prof Bambang Sutrisna, meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Persahabatan, Jakarta, hari ini. 

Humas UI Egia Tarigan mengatakan saat ini UI sedang menunggu hasil laboratorium almarhum Prof Bambang Sutrisna. Egia juga enggan berspekulasi di tengah-tengah wabah Corona.

"Kami sampaikan bahwa sampai saat ini kami sedang mencari info dari sumber yang pasti tentang penyebab meninggalnya beliau, guna menghindari berita hoax," jelasnya.

"Sampai saat ini kami belum menerima info resmi tentang hasil lab beliau," imbuhnya.

Kabar meninggalnya Bambang beredar di media sosial (medsos). Pengurus pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) juga turut menyampaikan duka cita.

"Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia juga turut menyampaikan duka cita atas wafatnya Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MHSc. Semoga beliau diterima Tuhan YME. Ilmu dan pengabdian yang beliau berikan semasa hidupnya akan tetap kekal menjadi pendorong semangat bagi tenaga kesehatan yang sedang berjuang melawan virus Corona (COVID-19) di Indonesia," tulis IAKMI.
(ims)

Presiden Jokowi Beri Insentif Untuk Tenaga Medis Terkait Virus Corona

By On Maret 23, 2020




sekilasdunia.com, Jakarta – Presiden Joko widodo memberikan insentif kepada sejumlah tenaga medis yang menangani pasien terpapar virus corona. Insentif itu hanya berlaku untuk tenaga medis di daerah-daerah yang telah menyatakan status tanggap darurat.

Presiden Joko Widodo merincikan jumlah insentif yang akan diberikan kepada tenaga medis tersebut. 

"Dokter spesialis akan diberikan Rp15 juta, dokter umum dan gigi Rp10 juta, bidan dan perawat Rp7,5 juta, tenaga medis lain Rp5 juta," kata Jokowi, Senin (23/3/2020).
Jokowi menjelaskan pemberian insentif itu diputuskan melalui rapat terbatas kabinet. Tak dijelaskan lebih lanjut insentif ini diberikan setiap bulan atau hanya sekali pemberian.

"Kemarin kita telah rapat dan telah diputuskan, telah dihitung oleh menkeu," kata Jokowi.
Selain pemberian insentif, Jokowi juga mengatakan pemerintah akan memberikan santunan kepada tenaga medis yang meninggal berlaku untuk daerah yang menyatakan tanggap darurat.

"Santunan kematian juga diberikan Rp300 juta," katanya. 

"Ini hanya berlaku untuk daerah yang menyatakan tanggap darurat," tegas Jokowi.

Sejauh ini, sudah ada beberapa daerah yang menyatakan tanggap darurat antara lain Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Depok, Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (ims)

APD di Sumut Tinggal untuk Tiga Hari

By On Maret 23, 2020





sekilasdunia.com, Medan - Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis yang menangani pasien terkait virus Corona (COVID-19) di Sumut sudah menipis dan hanya tersisa untuk tiga hari ke depan.

"Saya informasikan saja APD kita tugas ini, tinggal tiga hari. Kalau ini nggak datang hari ini juga, tinggal tiga hari. Alkohol itu habis, masker ini itu tidak ada," ujar Edy saat rapat penanggulangan virus corona di Rumah Dinas Gubsu, Senin (23/3/2020).

Edy menjelaskan pihaknya sudah melakukan pemesanan APD dari Jawa Tengah. Namun APD itu hingga kini masih dalam perjalanan.

"Ada yang mau dikirim dari Solo. Kita pesan 10 ribu, yang baru datang 2 ribu di perjalanan," ujarnya.

Edy menuturkan dirinya tak memperbolehkan petugas kesehatan menangani pasien corona tanpa dilengkapi APD. Dia menjelaskan keamanan dokter dan perawat menjadi prioritas.

'Saya tidak izinkan itu dokter menangani ini. Perawat dan dokter prioritas aman," imbuhnya.

Pihak RS Adam Malik Medan juga mengatakan stok APD sudah menipis dan sulit dicari di pasaran. Mereka juga menerima donasi APD dari warga.
(ims)

Cegah Corona  PT Pertamina Sediakan Pertamina Delivery Service

By On Maret 23, 2020





sekilasdunia.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) sudah menyediakan program layanan pesan antar (Pertamina Delivery Service/PDS). Lewat program itu, masyarakat tidak perlu keluar rumah sebagai upaya pemerintah menekan penyebaran virus corona (covid-19).

Layanan ini terbuka selama 24 jam dengan pengiriman dari jam 08.00-20.00 WIB. Cukup menghubungi 135 sebelum pukul 17.00 WIB, barang yang Anda pesan akan langsung diantar di hari yang sama.

Lewat akun Twitternya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengumumkan Pertamina menyediakan layanan antar khusus pembelian Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Pelumas Fastron, Bright Gas, dan Elpiji.

"Pertamina Delivery Service untuk membantu seluruh aktivitas kamu selama Work From Home. #PertaminaDeliveryService tersedia di beberapa wilayah. Info lebih lengkap segera hubungi Pertamina Call Center 135," kata Ahok dalam akun @basuki_btp, Senin (23/3/2020).

Berikut daftar daerah yang sudah dapat menikmati layanan PDS :

1. Kota Jakarta Utara : Semua kecamatan

2. Kota Jakarta Pusat : Semua kecamatan

3. Kota Jakarta Timur : Semua kecamatan

4. Kota Jakarta Selatan : Semua kecamatan

5. Kota Jakarta Barat : Semua kecamatan

6. Kota Bogor : Semua kecamatan

7. Kabupaten Bogor : Bojong Gede, Cibinong, Cileungsi, Citeureup, Gunung Putri, Parung, Sukaraja

8. Kota Depok : Semua kecamatan

9. Kota Tangerang : Batuceper, Benda, Cibodas, Ciledug, Cipondoh, Jatiuwung, Karawaci, Pinang, Tangerang

10. Kota Tangerang Selatan : Semua kecamatan

11. Kabupaten Tangerang : Curug, Kelapa Dua, Pagedangan

12. Kota Bekasi : Semua kecamatan

13. Kabupaten Bekasi : Cibitung, Cikarang Selatan

14. Kota Bandung : Batununggal, Coblong, Sukajadi

15. Kabupaten Bandung Barat : Padalarang

16. Kota Tasikmalaya : Cipedes, Indihiang

17. Kota Sukabumi : Semua kecamatan

18. Kota Semarang : Candisari, Gajahmungkur, Semarang Barat, Semarang Tengah

19. Kota Yogyakarta : Danurejan, Gedongtengen, Gondokusuman, Jetis

20. Kabupaten Sleman : Depok, Kalasan, Mlati, Ngemplak

21. Kota Surabaya : Benowo, Bubutan, Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Genteng, Gubeng, Gunung Anyar, Jambangan, Karangpilang, Lakarsantri, Mulyorejo, Rungkut, Sukolilo, Tegalsari, Tenggilis Mejoyo, Wonocolo, Wonokromo

22. Kabupaten Sidoarjo : Buduran, Gedangan

23. Kota Malang : Semua kecamatan

24. Kota Denpasar : Semua kecamatan 

(ims)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *