HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cari Blog Ini

Rakyat Palestina Menentang Rencana Trump Relokasi Warga Gaza Ke Negara Lain

By On Januari 30, 2025

 


sekilasdunia.com - Sejumlah warga Palestina mulai angkat bicara soal wacana relokasi warga negara itu yang diutarakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Mereka menentang rencana tersebut dan berjanji akan terus mempertahankan tanah kelahirannya, yang saat ini dalam pendudukan sekutu AS, Israel.

Sebelumnya, Trump membuat pernyataan menyarankan agar warga Palestina di Gaza dapat dikirim ke negara tetangga Yordania dan Mesir. Hal ini dilakukan untuk apa yang dianggapnya sebagai alasan keamanan di wilayah itu.

"Anda berbicara tentang sekitar satu setengah juta orang, dan kita hanya membersihkan semuanya dan berkata: 'Anda tahu, ini sudah berakhir'," kata Trump.

Komentarnya langsung menuai reaksi keras. Para kritikus menuduhnya menganjurkan pemindahan massal, terutama mengingat dorongan sayap kanan Israel untuk membangun permukiman ilegal Israel di Gaza.

Warga Gaza Utara, Saqr Maqdad, mengaku akan terus berada di sana meski Israel baru saja meluluhlantakkan wilayah pantai Palestina itu. Ia menyebut banyak kenangan yang ada di Palestina sehingga wajib baginya untuk mempertahankan tanah airnya.

"Pembicaraan Trump tentang merelokasi kami adalah fantasi belaka. Apakah dia pikir, setelah semua yang telah kami alami, kami akan pergi begitu saja? Ini rumah kami, dan kami akan tetap di sini," ucapnya kepada Al Jazeera, Selasa (28/1/2025).

"Ini adalah pesan kepada pendudukan dan para pendukungnya: kami tidak akan meninggalkan tanah kami. Kami akan tetap di sini, berapa pun biayanya."

Saqr menjelaskan bahwa pemahamannya ini serupa dengan pikiran dan niatan warga Gaza lainnya. Menurutnya, seluruh warga Gaza berkeinginan untuk terus bertahan hingga mati di wilayah itu.

"Tidak ada skema politik, tidak peduli seberapa kuatnya, yang dapat mengubahnya. Setiap langkah yang kami ambil kembali ke utara adalah langkah melawan penggusuran. Ini tanah kami. Kami lahir di sini, dan kami akan mati di sini."

Di Gaza Selatan, tepatnya wilayah Khan Younis, suara yang sama juga disampaikan Abu Suleiman Zawaraa. Petani berusia 76 tahun itu mulai kembali menanam hasil bumi berupa pohon zaitun dan jeruk di lahannya, setelah sebelumnya dihancurkan selama operasi militer Israel yang berlangsung selama berbulan-bulan.

"Hidup di antara puing-puing adalah tantangan, tetapi itu adalah tantangan yang telah kami terima. Meninggalkan Gaza bukanlah pilihan. Kami telah selamat dari pemboman, kehancuran, dan kehilangan. Kami tidak akan menyerah sekarang," ujarnya.

Kampanye militer Israel di Gaza, yang diluncurkan pada 7 Oktober 2023, telah meninggalkan korban yang tak tertandingi di daerah kantong itu. Dengan lebih dari 46.700 warga Palestina tewas, termasuk 18.000 anak-anak, dan hampir 1,9 juta orang mengungsi, hanya sedikit yang tidak tersentuh.

Selain itu, lebih dari separuh bangunan di Gaza telah rusak atau hancur, termasuk infrastruktur penting. Tercatat 92% jalan utama dan 84% fasilitas kesehatan telah rusak.

Walau begitu, Abu Suleiman tetap mengaku akan tinggal di Gaza. Ia bahkan menuding Trump tidak mengerti sejarah atau kenyataan.

"Ya, kami telah menanggung penderitaan yang tak terbayangkan, penghancuran semua yang kami miliki, dan trauma genosida," kata Abu Suleiman.

"Tetapi tidak ada satu pun dari ini yang dapat mendorong siapa pun untuk menerima pemindahan. Kenangan kami tentang Nakba pada tahun 1948 masih hidup. Mereka yang pergi saat itu tidak pernah kembali, dan kami tidak akan membiarkan sejarah terulang kembali."

Nakba atau 'malapetaka' adalah pemindahan paksa sedikitnya 750.000 warga Palestina dari rumah mereka pada tahun 1948 setelah pembentukan Israel di 78% wilayah Palestina. Kenangan itu membekas dalam ingatan banyak warga Palestina, dan sering kali membentuk tindakan mereka saat ini.

Abu Suleiman menunjukkan bahwa kesempatan untuk meninggalkan Gaza tersedia selama dan bahkan sebelum perang, tetapi orang-orang lebih banyak memilih untuk tetap tinggal, bahkan saat kematian tampak lebih dekat daripada kehidupan.

"Kami melihat diri kami sebagai bagian dari perlawanan, sebagai pembela Palestina. Menyerah atau pergi berarti membayar harga yang tidak dapat ditanggung seluruh bangsa," tegasnya.

"Beban berat ini hanya memperkuat tekad kami untuk mempertahankan tanah kami, bahkan jika itu berarti hidup di tengah reruntuhan."

Israa Mansour, seorang ibu empat anak berusia 35 tahun yang tinggal di tenda darurat setelah rumahnya hancur di Khan Younis, mendukung argumen Abu Suleiman. Ia menolak untuk pergi karena Gaza adalah rumahnya, meskipun harus tinggal menderita.

"Kami menolak untuk pergi, bukan karena kami tidak punya pilihan, tetapi karena ini adalah rumah kami. Bahkan anak-anak saya memahami pentingnya tetap tinggal di tanah kami meskipun menderita," tuturnya.

Namun, Israa berpendapat bahwa para pemimpin Palestina harus memberikan dukungan, termasuk pendidikan, perawatan kesehatan, dan bantuan darurat, untuk membantu orang-orang bertahan dalam kondisi yang tidak tertahankan.

"Bagaimana kami bisa melawan pengungsian jika kami tidak memiliki kebutuhan dasar hidup? Apakah masuk akal untuk mengharapkan Gaza menanggung neraka ini tanpa batas waktu sambil menuntut ketahanan yang lebih dari rakyatnya?," paparnya.

"Tanpa makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar, bahkan keluarga yang paling kuat pun mungkin terpaksa mempertimbangkan alternatif, bukan karena kurangnya patriotisme, tetapi karena putus asa."

(ims)

 Pemerintah Resmi Ganti PPDB dengan SPMB, Ini Skema Baru Penerimaan Murid 2025

By On Januari 30, 2025

sekilasdunia.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi mengumumkan penggantian sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang akan diterapkan mulai tahun 2025.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa SPMB akan memiliki empat jalur penerimaan: domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.

"Kami sampaikan bahwa jalur penerimaan murid baru itu ada empat, yang pertama adalah domisili atau tempat tinggal murid, yang kedua prestasi, yang ketiga jalur afirmasi, dan yang keempat jalur mutasi," kata Abdul Mu'ti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Jalur domisili merupakan penyesuaian dari sistem zonasi yang selama ini diterapkan, dengan beberapa modifikasi sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Jalur prestasi mencakup prestasi akademik dan non-akademik, termasuk olahraga, seni, dan kepemimpinan.

"Non-akademik ada dua, olahraga dan seni, sekarang ditambah kepemimpinan. Mereka yang aktif sebagai pengurus OSIS atau misalnya Pramuka atau yang lain-lain nanti akan menjadi pertimbangan jalur prestasi," ujarnya.

Jalur afirmasi ditujukan bagi penyandang disabilitas dan murid dari keluarga kurang mampu. Sementara itu, jalur mutasi diperuntukkan bagi murid yang orang tuanya mengalami perpindahan tugas, termasuk anak dari guru yang mengajar di sekolah tertentu.

Abdul Mu'ti menegaskan bahwa perubahan dari PPDB ke SPMB bukan sekadar pergantian nama, tetapi merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan layanan pendidikan bagi semua kalangan.

Perubahan ini diharapkan dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih baik dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kemendikdasmen juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan implementasi SPMB berjalan lancar.

Sebelumnya, sistem PPDB yang menggunakan mekanisme zonasi menuai kritik dari berbagai pihak karena dianggap kurang adil dan tidak efektif dalam pemerataan akses pendidikan.

Dengan adanya perubahan menjadi SPMB, pemerintah berharap dapat mengatasi permasalahan tersebut dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Selain itu, perubahan ini juga diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi siswa berprestasi dan memastikan bahwa siswa dari keluarga kurang mampu serta penyandang disabilitas mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistem penerimaan murid baru guna mencapai tujuan tersebut.

(ims)

 Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini : Beli 1 Gram Rp 1,6 Juta, Buyback Rp 1,45 Juta

By On Januari 30, 2025

sekilasdunia.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam naik Rp 1.000 pada Kamis (30/1/2025). Berdasarkan situs Logam Mulia, harga emas Antam hari ini berada di harga Rp 1.606.000 per gram. Sementara harga jual kembali atau buyback juga turun Rp 1.000 jadi Rp 1.456.000 per gram.

Dalam PMK Nomor 48 Tahun 2023, konsumen akhir dibebaskan Pajak Penghasilan (PPh) saat membeli emas batangan. Namun, pengusaha emas wajib memungut PPh 22 sebesar 0,25 persen dari harga jual, turun dari aturan sebelumnya sebesar 0,45 persen.

Harga emas ini berlaku di Butik Emas Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta. Untuk harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Berikut rincian harga emas batangan Antam:

1 gram: Rp 1.607.000

2 gram: Rp 3.152.000

3 gram: Rp 4.703.000

5 gram: Rp 7.815.000

10 gram: Rp 15.555.000

25 gram: Rp 38.762.000

50 gram: Rp 77.445.000

100 gram: Rp 154.812.000

250 gram: Rp 386.765.000

500 gram: Rp 773.320.000

1.000 gram: Rp 1.546.600.000. 

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

(ims)

 BASARNAS Turunkan Tujuh Orang Pasukan Khusus Untuk Evakuasi Korban  Reruntuhan Coran Tower Telekomunikasi di Bekasi

By On Januari 29, 2025

sekilasdunia.com - Badan SAR Nasional (Basarnas) mengerahkan tujuh personel special group atau pasukan khusus untuk mengevakuasi jasad korban reruntuhan coran tower provider di Desa Karang Satria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

"Untuk Basarnas Special Group (BSG) sendiri ada tujuh personel dari kantor pusat Basarnas," kata personel Basarnas Unit Siaga SAR Bekasi, Boby Yoenartha Putra di lokasi, Selasa (28/1/2025). 

Selain itu, Boby mengungkapkan, pasukan khusus Basarnas akan bertugas untuk memotong coran atau beton yang menimpa jasad korban.

Setelah pemotongan rampung, mereka kemudian akan membuka bongkahan agar jasad korban dapat dievakuasi petugas. 

"Saat ini kita akan melakukan chipping. Jadi kita akan membuka beton yang menimpa korban untuk bisa korban kita keluarkan," ungkap dia.


Meski mengerahkan pasukan khusus, pihaknya tak bisa memastikan kapan jasad korban dapat dievakuasi lantaran terkendala cuaca.


"Untuk target kita tidak bisa memastikan karena yang paling kita utamakan adalah safety dari teman-teman yang bekerja," imbuh dia. 

Sebelumnya diberitakan, sebuah coran penyangga tower provider yang tengah dibangun di atas musala di Jalan Mista Raya, Kavling Bumi Indah Sejahtera, RT 08/RW 05, Desa Karang Satria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, ambruk pada Senin (27/1/2025) pada pukul 10.00 WIB. Setidaknya terdapat tujuh pekerja yang tengah beraktivitas saat insiden ini terjadi.


ibat peristiwa ini, enam pekerja mengalami luka dan satu pekerja lain dinyatakan meninggal dunia tertimpa coran penyangga tower. Hingga kini, petugas masih kesulitan mengevakuasi jenazah korban yang tertimpa reruntuhan coran penyangga tower. Petugas khawatir apabila evakuasi dipaksakan justru membuat tower setinggi 25 meter itu ambruk ke permukiman warga.


(ims)

 DPR-RI Minta Dadan Hindayana Jangan Memancing Polemik Soal Wacana Serangga Jadi Menu MBG

By On Januari 29, 2025

sekilasdunia.com – Anggota Komisi IX DPR Zainul Munasichin mengkritisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang membuka peluang serangga seperti belalang dan ulat sagu masuk dalam daftar menu makan bergizi gratis (MBG). Ia pun meminta Dadan tak membuat polemik. 

"Saya minta BGN jangan membuat statement-statement yang memancing polemik," kata Zainul saat dihubungi, Selasa (28/1/2025).

Politikus PKB ini pun meminta agar BGN fokus untuk memenuhi target pembuatan 5.000 dapur di seluruh daerah. Pasalnya, kata dia, mekanisme realisasi target itu masih belum jelas.

"Konsentrasi saja bagaimana merealisasikan 5.000 dapur yang menjadi target tahun ini. Sampai sejauh ini masih belum jelas, berapa persen dapur yang sudah beroperasi, di mana titiknya, skema apa yang dipakai untuk dapur-dapur yang sudah berjalan itu, siapa yang memasuk bahan baku ke dapur-dapur itu," ujar Zainul.

Ia juga meminta BGN untuk bisa memastikan pasokan pangan bisa diambil dari pelaku UMKM, bukan suplier besar. Menurutnya, hal itu jauh lebih penting ketimbang memasukkan serangga ke dalam daftar menu MBG. 

"BGN memastikan pasokan pangan betul-betul mengambil dari UMKM lokal, atau jangan-jangan dari suplier besar, dan lain-lain. Itu jauh lebih penting daripada bikin kontroversi," pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang untuk memasukkan serangga ke dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah). Langkah itu dilakukan lantaran serangga bisa menjadi sumber protein.

"Mungkin saja ada satu daerah suka makan serangga (seperti) belalang, ulat sagu, bisa jadi bagian protein," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (25/1/2025).


(ims)

 Kepala Pelaksana BPBD Sebut 54 RT Dan 23 Ruas Jalan Terendam Banjir Akibat Hujan Deras Guyur Jakarta Selasa Sore

By On Januari 29, 2025

sekilasdunia.com - Sejumlah daerah di wilayah Jakarta masih terendam banjir hingga Rabu dini hari (29/1/2025). Setidaknya ada 54 RT dan puluhan ruas jalan lainnya yang terendam banjir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Isnawa Adji mengatakan, sampai dengan pukul 03.00 WIB, ada 54 RT dan 23 ruas jalan yang terendam. Banjir disebabkan oleh intensitas hujan lebat sejak Selasa (28/1/2025) sore.

"BPBD mencatat saat ini genangann terjadi di 54 RT dan 23 ruas jalan," kata Isnawa dalam keterangannya, Rabu (29/1/2025).

Isnawa mengatakan ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 cm hingga 100 cm. Menurutnya, Jakarta Barat menjadi wilayah yang paling banyak terendam banjir dengan catatan 29 RT.


Ia menambahkan BPBD DKI Jakarta sudah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat.

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat, BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," ungkapnya.

Daftar wilayah terendam banjir

BPBD mencatat ada 54 RT yang terendam banjir sejak Selasa hingga Rabu dini hari, dengan Jakarta Barat tercatat sebagai wilayah dengan titik banjir terbanyak, yakni 29 RT. 

Jakarta Barat terdapat 29 RT yang terdiri dari:

- Kelurahan Cengkareng Barat 2 RT

- Kelurahan Kedaung Kali Angke 11 RT

- Kelurahan Rawa Buaya 4 RT

- Kelurahan Jelambar Baru 2 RT

- Kelurahan Kalideres 2 RT

- Kelurahan Pegadungan 1 RT

- Kelurahan Tegal Alur 5 RT

- Kelurahan Duri Kepa 1 RT

- Kelurahan Joglo 1 RT


Penyebab: Curah Hujan Tinggi

Ketinggian: 30 s.d 100 cm

Pengungsi: Nihil

Situasi: Masih tergenang


Jakarta Pusat terdapat 1 RT yang terdiri dari:


- Kelurahan Kebon Kosong: 1 RT


Penyebab: Curah Hujan Tinggi

Ketinggian: 40 cm

Pengungsi: Nihil

Situasi: Masih tergenang


Jakarta Selatan terdapat 4 RT yang terdiri dari:


Kelurahan Pejaten Timur 4 RT


Penyebab: Curah Hujan Tinggi

Ketinggian: 75 s.d 85 cm

Pengungsi: Nihil

Situasi: Masih tergenang


Jakarta Timur terdapat 20 RT yang terdiri dari:


- Kelurahan Cakung Timur 1 RT

- Kelurahan Rawa Terate 1 RT

- Kelurahan Bidara Cina 3 RT

- Kelurahan Cawang 14 RT

- Kelurahan Cililitan 1 RT


Penyebab: Curah Hujan Tinggi

Ketinggian: 30 s.d 45 cm

Pengungsi: Nihil

Situasi: Masih tergenang


Jalan Tergenang terdapat 23 Ruas Jalan yang terdiri dari:


1. Jl. Mangga, Kel. Tugu Utara, Kec. Koja, Jakarta Utara

Ketinggian: 30 cm


2. Jl. Mangga Ujung, Kel. Tugu Utara, Kec. Koja, Jakarta Utara

Ketinggian: 15 cm


3. Jl. Komp. Uka, Kel. Tugu Utara, Kec. Koja, Jakarta Utara

Ketinggian: 15 cm


4. Jl. Bhayangkara, Kel. Tugu Utara, Kec. Koja, Jakarta Utara

Ketinggian: 15 cm


5. Jl. Camar, Kel. Tugu Utara, Kec. Koja, Jakarta Utara

Ketinggian: 10 cm


6. Jl. Pluit Dalam, Kel. Penjaringan, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara

Ketinggian: 25 cm


7. Jl. Kramat Jaya Raya, Kel. Tugu Utara, Kec. Koja, Jakarta Utara

Ketinggian: 15 cm


8. Jl. Boulevard Utara, Kel. Kelapa Gading Timur, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara

Ketinggian: 10 cm


9. Jl. Pegangsaan Dua (Greenhill), Kel. Pegangsaan Dua, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara

Ketinggian: 30 cm


10. Jl. Kelapa Hybrida Raya, Kel. Pegangsaan Dua, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara

Ketinggian: 40 cm


11. Jl. Boulevard Barat Raya, Kel. Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara

Ketinggian: 20 cm


12. Jl. Kalibaru Barat 1, Kel. Kali Baru, Kec. Cilincing, Jakarta Utara

Ketinggian: 20 cm


13. Jl. R.E. Martadinata (samping rel Terminal Tanjung Priok), Kel. Tanjung Priok, Kec. Tanjung Priok, Jakarta Utara

Ketinggian: 20 cm


14. Jl. Raya Sulawesi, Kel. Tanjung Priok, Kec. Tanjung Priok, Jakarta Utara

Ketinggian: 10 cm


15. Jl. Boulevard Raya, Kel. Kelapa Gading Timur, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara

Ketinggian: 25 cm


16. Jl. Muara Baru (Depan Pluit Selatan View), Kel. Penjaringan, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara

Ketinggian: 30 cm


17. Pelabuhan Nizam Zachman, Kel. Penjaringan, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara

Ketinggian: 20 cm


18. Jl. Kelapa Nias Raya, Kel. Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara

Ketinggian: 25 cm


19. Jl. Kamal Raya, Kel. Cengkareng Barat, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat

Ketinggian: 25 cm


20. Jl. Perumahan Green Garden, Kel. Kedoya Utara, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Ketinggian: 20 cm


21. Jl. Strategi Raya, Kel. Joglo, Kec. Kembangan, Jakarta Barat

Ketinggian: 30 cm


22. Jl. Perumahan Green Garden RW 04 (McDonalds), Kel. Kedoya Utara, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Ketinggian: 30 cm


23. Jl. K.H. Hasyim Ashari, Kel. Cideng, Kec. Gambir, Jakarta Pusat

Ketinggian: 30 cm


Genangan yang sudah surut


1. Kelurahan Tanjung Duren Utara: 1 RT

2. Kelurahan Kembangan Utara : 1 RT


Jalan Tergenang yang sudah surut


1. Jl. Mahoni, Kel. Lagoa, Kec. Koja.

2. Jl. Yos Sudarso Raya , Kel. Sungai Bambu, Kec. Tanjung Priok.

3. Jl. Gaya Motor (Depan Masjid Astra), Kel. Sungai Bambu, Kec. Tanjung Priok.

4. Jl. Gaya Motor 1, Kel. Sungai Bambu, Kec. Tanjung Priok.

5. Jl. Pulo Besar ll, RT 08 RW 010, Kel. Sunter Jaya, Kec. Tanjung Priok

6. Jl. Bazoka Raya, RT 01 RW 06, Kel. Joglo, Kec. Kembangan

7. Jl. Tanjung Duren Raya, RT 012 RW 02, Kel. Tanjung Duren Utara, Kec. Grogol Petamburan


(ims)

 Tim Indonesia U-20 Keok Lawan Suriah, Indra Syafri Banyak Pelajaran Yang Diperoleh

By On Januari 28, 2025

sekilasdunia.com - Timnas Indonesia U-20 kembali dipaksa menelan kekalahan di U-20 Challenge Series. Setelah tumbang 0-1 kontra Yordania U-20, Garuda Asia kali ini takluk 0-2 dari Suriah U-20 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Senin (27/1/2025) malam.

Dua gol Suriah U-20 dicetak oleh Majd Manaf Ramadan (28') dan Anas Hussam Dahhan (66'). Tak ada gol balasan dari Timnas Indonesia U-20.

Banyak evaluasi yang perlu dilakukan oleh Timnas Indonesia U-20. Pelatih Indra Sjafri menuturkan bahwa timnya banyak melakukan kesalahan, terutama dua gol lawan yang kurang diantisipasi.

"Semua pemain saya pikir bermain bagus. Tapi ada kesalahan-kesalahan memang secara grup, taktikal kami. Dan dua gol terjadi karena memang ada kesalahan. Nanti itu yang akan kami perbaiki," ungkap Indra Sjafri setelah pertandingan.

Timnas Indonesia U-20 sendiri mencoba bermain terbuka. Seperti biasa, suplai bola banyak mengandalkan umpan lambung, baik dari sisi sayap maupuh tengah. Sayangnya, kebanyakan umpan itu berhasil digagalkan pemain lawan.

"Kami memang tidak punya keinginan bermain tertutup atau bertahan, tapi kami coba bermain lebih ofensif. Saya pikir tadi memang Syria bermain dengan cepat. Dari bertahan ke menyerang transisinya cepat. Dari menyerang ke bertahan juga cepat," ucap Indra Sjafri.

(ims)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *