.jpg)
sekilasdunia.com - Menteri Pertahanan Spanyol
Margarita Robles Fernandez mengunjungi kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia
(KBRI) di Madrid, Spanyol, Rabu (8/4) waktu setempat. Menhan Margarita secara
langsung mengucapkan bela sungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam
penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Margarita disambut langsung Duta
Besar RI di Madrid Muhammad Najib dan Atase Pertahanan (Athan) RI Kolonel (Pnb)
Agus Dwi Aryanto.
“Menhan Spanyol menyampaikan
belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam penugasan misi UNIFIL,”
tulis keterangan pers KBRI Madrid yang dibagikan Pusat Penerangan TNI,
Sabtu (11/4/2026).
Selain itu, Margarita menyampaikan bahwa Indonesia dan Spanyol
memiliki kesamaan pandangan dalam upaya menciptakan dan menjaga perdamaian
dunia.
“Kolaborasi erat antara pasukan
Indonesia dan pasukan Spanyol di bawah bendera UNIFIL menunjukkan kepedulian kedua
negara terhadap perdamaian di Lebanon. Hal ini menjadi faktor yang mendasar
bagi kolaborasi antara kedua negara,” ucap Margarita.
Data per Maret 2026, Indonesia
penyumpang terbanyak personel UNIFIL. Sementara Spanyol di urutan ketiga.
Sementara itu, Dubes RI Muhammad
Najib menyampaikan apresiasi Spanyol atas perhatian kepada Indonesia yang saat
ini tengah berduka karena kehilangan tiga prajurit TNI dalam penugasan misi
UNIFIL.
“Termasuk dukungan pemerintah dan rakyat Spanyol
atas perjuangan Palestina mewujudkan kemerdekaannya,” kata Najib.
Tiga prajurit TNI, antara lain Mayor Anumerta Zulmi Aditya, Serka
Anumerta M Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon, dinyatakan gugur
dalam insiden di Lebanon Selatan pada 29-30 Maret lalu. Ketiganya tergabung
dalam Satgas Batalion Infanteri (Yonmek) XXIII-S/UNIFIL.
Farizal Rhomadon gugur akibat
artileri meledak di sekitar markas kontingen Indonesia yang bertugas sebagai
pasukan UNIFIL di Adshit al-Qusayr, Lebanon Selatan, Minggu (29/3).
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) yang disiarkan
Anadolu Ajansi, penembakan artileri itu dari Israel.
Sehari setelahnya, kendaraan Tim
Escort atau pembuka ambulans dari Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang
tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) meledak saat melaksanakan
pengawalan konvoi combat support service unit (CSSU) di sekitar Bani Hayyan,
Sektor Timur, Lebanon Selatan. Akibat insiden tersebut, Zulmi Aditya dan M Nur
Ichwan gugur.
Temuan awal PBB, kejadian tanggal
29 Maret diakibatkan proyektil tank milik Israel. Sementara untuk kejadian
tanggal 30 Maret, kemungkinan jebakan peledak atau ranjau Hizbullah.
« Prev Post
Next Post »