Maarten Paes Resmi Gabung Ke Ajax Amsterdam

By On Februari 05, 2026

sekilasdunia.com - Klub Major League Soccer (MLS), FC Dallas, resmi memulai era baru di bawah mistar gawang setelah mengumumkan kepergian kiper utama mereka, Maarten Paes. Maarten Paes memutuskan untuk melanjutkan kariernya di kompetisi Eropa dengan bergabung bersama klub Liga Belanda (Eredivisie), Ajax Amsterdam. Manajemen FC Dallas tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan suksesor Paes guna menjaga kedalaman skuad dalam mengarungi kompetisi musim ini.  

Kepindahan Paes ke Benua Biru terkonfirmasi secara resmi pada Senin (2/2/2026), yang kemudian segera diikuti oleh pergerakan aktif klub di pasar pemain untuk mendatangkan pengganti sepadan. Maarten Paes kini telah resmi menjadi bagian dari skuad Ajax Amsterdam setelah menandatangani kontrak berdurasi tiga setengah musim.

Kiper berusia 27 tahun tersebut akan berseragam klub berjuluk De Godenzonen hingga 30 Juni 2029 mendatang. Keputusan Ajax merekrut Paes didasari oleh jam terbang sang pemain di Amerika Serikat serta kesesuaian gaya mainnya dengan filosofi tim. Direktur Sepak Bola Ajax, Marijn Beuker, memberikan penilaian tinggi terhadap dedikasi dan kualitas teknis yang dimiliki sang penjaga gawang.

"Fokusnya adalah pada seorang penjaga gawang yang berpengalaman dan dapat diandalkan. Dan Maarten lebih dari memenuhi kriteria tersebut," ujar Beuker. 

"Dia juga sangat rajin berlatih, seorang pemain tim dengan mentalitas olahraga tingkat tinggi yang sangat cocok dengan tipe penjaga gawang yang kami cari."

Sebagai suksesor di posisi penjaga gawang, tim berjuluk Toros tersebut secara resmi memperkenalkan Jonathan Sirois pada Selasa (3/2/2026).

Kiper berkebangsaan Kanada itu didatangkan dari klub Montreal yang juga merupakan kompetitor di liga Amerika Serikat.

Untuk mendapatkan jasa kiper bertinggi badan 1,87 meter ini, klub dilaporkan harus mengeluarkan dana sekitar 350 ribu dolar Amerika atau setara dengan Rp 5,8 miliar. Investasi ini dialokasikan melalui mekanisme General Allocation Money (GAM) dengan rincian termin pembayaran yang telah disepakati kedua klub. 

"FC Dallas telah mengakuisisi kiper Kanada Jonathan Sirois dari CF Montreal dengan imbalan hingga $350.000 dalam General Allocation Money (GAM)," bunyi pernyataan FC Dallas. 

"Kesepakatan tersebut mencakup $75.000 dalam GAM 2026, $75.000 dalam GAM 2027, dan hingga $200.000 dalam GAM bersyarat jika metrik kinerja terpenuhi," lanjut pernyataan tersebut.

Masuknya Sirois membuat persaingan di posisi penjaga gawang tetap kompetitif, di mana ia akan bersaing atau berkolaborasi dengan Michael Collodi yang berasal dari Amerika Serikat. Langkah cepat manajemen ini menunjukkan keseriusan klub untuk tetap kompetitif di papan atas klasemen liga.

 Jelang FIFA Series 2026, John Herdman Kunjungi Jay Idzes di Sassuolo

By On Februari 05, 2026

sekilasdunia.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengunjungi sesi latihan Sassuolo. Dalam kesempatan itu, John Herdman menemui kapten Timnas Indonesia Jay Idzes, dan pelatih Sassuolo Fabio Grosso.

Sassuolo pun menyambut baik kedatangan pelatih asal Inggris tersebut. Tak hanya sekadar berkunjung serta memantau latihan, John Herdman, Jay Idzes, dan Fabio Grosso juga berbincang-bincang.

John Herdman mengunjungi kapten Timnas Indonesia Jay Idzes di Sassuolo. (Foto: Laman resmi Sassuolo)

"Sore yang istimewa di Mapei Football Center di Sassuolo, yang menyambut kunjungan dari John Herdman, Pelatih Kepala tim nasional Indonesia," tulis keterangan resmi Sassuolo.

"Pelatih tim nasional merah putih berkesempatan mengunjungi fasilitas di pusat pelatihan hitam hijau dan mengamati sesi latihan tim utama dari dekat. Setelah sesi latihan, Herdman berbicara dengan Jay Idzes, kapten tim nasional Garuda, dan pelatih Fabio Grosso," tambah keterangan klub.

1. Saling Tukar Pikiran

Pertemuan itu menjadi momen krusial antara John Herdman, Jay Idzes dan Fabio Grosso. Mereka bertukar pikiran, membicarakan banyak hal tentang sepakbola. Momen ini juga menjadi penegasan inklusivitas di lingkungan Sassuolo.

"Pertemuan menyenangkan yang didedikasikan untuk berbagi dan bertukar pengalaman, yang sekali lagi menegaskan fokus dan keterbukaan internasional Sassuolo Calcio," tulis keterangan resmi Sassuolo.

2. John Herdman Safari Eropa

Sementara itu, momen ini menjadi kelanjutan dari safari John Herdman di Eropa. Pelatih 50 tahun itu memang sedang berkeliling Benua Biru memantau pemain Timnas Indonesia.

John Herdman pantau pemain Timnas Indonesia Dean James. (Foto: Instagram/ @officialjohnherdman)

Sebelumnya, John Herdman sudah mengunjungi sesi latihan Borussia Monchengladbach dan menonton pertandingan Go Ahead Eagles. Ada Kevin Diks yang bermain untuk Borussia Monchengladbach, sedangkan Go Ahead Eagles dihuni oleh Dean James.

Safari ini dilakukan John Herdman untuk persiapan skuad Garuda sebelum tampil di FIFA Series. Di ajang tersebut, Timnas Indonesia akan menjadi tuan rumah pada Maret 2026.

Indonesia menjadi salah satu dari sembilan seri FIFA Series. Pasukan John Herdman akan bersua dengan Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts dan Nevis.

 Gubsu Bobby Nasution Minta Dirut  Yang Baru Kelola Bank Sumut Lebih Progresif

By On Februari 05, 2026


sekilasdunia.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta Bank Sumut tumbuh lebih progresif di bawah kepemimpinan Direktur Utama (Dirut) yang baru. Hal ini dinilainya penting mengingat dinamika kondisi global, di mana sektor keuangan menjadi salah satu pondasi utama sebuah negara.

Pesan tersebut, menurut Bobby Nasution, juga sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Sektor keuangan disebut sebagai salah satu strategi negara dalam menghadapi tantangan global saat ini.

“Artinya sektor keuangan jadi tolok ukur pondasi negara, kalau kita kecilkan skalanya, pondasi provinsi, Saya minta peran Bank Sumut dibuat lebih progresif lagi,” kata Bobby Nasution kepada direksi Bank Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Rabu (4/2/2026).

Untuk mempercepat pertumbuhan Bank Sumut, Bobby Nasution juga meminta manajemen dilakukan secara ketat dan profesional. Ia menekankan pentingnya pengelolaan bank yang disiplin, terlebih Bank Sumut kini dipimpin oleh sosok yang telah lama berkarier di internal bank tersebut, yakni Heru Mardiansyah.

“Program konsolidasi yang bapak susun, beri waktu enam bulan, jangan lama-lama, kalau tidak bisa dikonsolidasi gilas aja Pak. Apalagi bapak orang yang dilahirkan Bank Sumut, karena selama ini Dirutnya dari luar, bapak pasti lebih cinta dan paham betul dengan Bank Sumut,” kata Bobby Nasution.

Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menyampaikan, pihaknya telah menyusun program 100 hari kerja. Pada 30 hari pertama akan dilakukan konsolidasi dan diagnosis, dilanjutkan fase eksekusi dan quick wins pada hari ke-31 hingga ke-60, serta digitalisasi pada hari ke-61 hingga ke-100.

Target program tersebut antara lain perbaikan profil risiko Bank Sumut, diversifikasi ke ekosistem bisnis, perbaikan bisnis, peningkatan digital maturity, serta penurunan non performing loan (NPL).

“Budaya (kerja) Bank Sumut bisa bersatu, meng-create budaya kinerja, eksekusi dan berbasis hasil, kami tidak ingin Bank Sumut terkotak-kotak, kemudian transformasi budaya dan digital sehingga memberikan layanan maksimal seperti bank lainnya,” kata Heru Mardiansyah.

Pertemuan ini turut dihadiri Komisaris Utama Bank Sumut Firsal Ferial Mutyara, Komisaris Independen Erlina, dan Direktur Kepatuhan Eksir. Hadir pula Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, Kepala Bappelitbang Dikky Anugerah, serta OPD terkait lainnya.

 Komisi XI DPR Beri Rapor Merah Kepada Menkeu Purbaya  Atas Kinerja Penerimaan Pajak

By On Februari 05, 2026

sekilasdunia.com - Meski Kementerian Keuangan mencatatkan pertumbuhan penerimaan pajak yang fantastis sebesar 30,8% pada Januari 2026, Komisi XI DPR RI meminta pemerintah tidak cepat berpuas diri. Lonjakan tersebut dinilai bukan semata-mata karena penguatan ekonomi, melainkan faktor basis pembanding yang sangat rendah (low base effect) akibat kendala teknis tahun lalu.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan, Harris Turino, mengingatkan bahwa pada Januari 2025, penerimaan pajak sempat anjlok karena kegagalan sistem inti administrasi perpajakan (Coretax) yang membuat wajib pajak kesulitan melapor.

“Kita sama-sama sadar pada Januari 2025 republik ini ribut karena tidak bisa login di Coretax. Sehingga penerimaan di Januari wajar rendah sekali. Kalau ternyata hanya naik ke Rp 116,2 triliun, ini angka yang tidak besar-besar amat kalau dibandingkan dengan 2024,” tutur Harris dalam rapat kerja di Gedung DPR, Rabu (4/2/2026).

Haris menekankan bahwa efektivitas Coretax harus diukur dari peningkatan kepatuhan riil, bukan sekadar angka pertumbuhan tahunan yang terdistorsi masalah teknis masa lalu. Ia mendesak pemerintah memastikan sistem tersebut benar-benar mampu menjaring potensi pajak dari pihak yang layak dipungut secara terintegrasi.

“Harapan saat Coretax dibikin untuk mengintegrasikan  seluruh penerimaan pajak yang harapannya adalah penerimaan pajak , kepatuhan pajak meningkat dan akhirnya negara mendapatkan dana lebih banyak dari orang-orang yang layak dipungut pajak,” ujar Harris.

Sebagai perbandingan, penerimaan pajak pada Januari 2024 memang cukup tinggi yaitu mencapai Rp 149,25 triliun. Kemudian anjlok imbas Coretax menjadi sebesar Rp 88,89 triliun pada Januari 2025, sebelum kembali meningkat ke posisi Rp 116,2 triliun di akhir Januari 2026. Meski kinerja penerimaan pajak telah menunjukkan pemulihan, realisasinya masih tertinggal dari tahun-tahun sebelumnya.

Menanggapi kritik tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimis bahwa lonjakan penerimaan pajak hingga Rp 116,2 triliun itu adalah sinyal nyata pemulihan ekonomi. Ia menyebut pertumbuhan bruto sebesar 7% dan penurunan restitusi sebesar 23% sebagai indikator kesehatan fiskal.

“Gambaran penerimaan pajak pada Januari 2026 ini menunjukkan kelihatannya pembalikan arah ekonomi sedang terjadi, sehingga pendapatan pajak tumbuh dibandingkan tahun lalu,” ujar Purbaya.

Purbaya menambahkan bahwa pertumbuhan neto ini terjadi merata di seluruh jenis pajak. Namun, DPR tetap memberikan catatan agar pemerintah terus membenahi pelayanan wajib pajak guna memastikan target pendapatan negara jangka panjang tercapai tanpa gangguan sistem.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *